Selasa, 14 Februari 2017

News

Mahasiswa PBI UII mengikuti seleksi Art Performance PPL Australia 2016

    Kamis, 14 April 2016- Bertempat di Hall FPSB, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UII menyelenggarakan seleksi tahap Art Performance yang merupakan salah satu tahap untuk meraih tiket PPL Australia 2016 tahun ini. Art performance merupakan seleksi tahap ke lima yang diikuti oleh para kandidat. Dari jumlah 19 orang pendaftar hingga sepauluh orang kandidat terpilih yang berkesempatan untuk menampilkan kesenian budaya di Indonesia untuk kemudian diperkenalkan kepada pelajar di tiga Secondary Colleges di Melbourne Australia.
    Tujuan dengan diadakannya seleksi Art Performance ini menurut Astri Hapsari, dosen pembimbing PPL Australia tahun ini yaitu untuk memperkenalkan budaya Indonesia sambil mengajar bahasa Indonesia. Sehingga setiap kandidat diharapkan siap untuk mengajar bahasa dan budaya Indonesia dan salah satu budaya yang mereka ajarkan adalah yang mereka tampilkan di Art Performance ini. “Dengan harapan setelah kembali dari Australia nantinya mereka bisa merepresentasikan Pendidikan Bahasa Inggris UII, maksudnya yah dari nilai-nilai, tata krama, sopan santun yah semacam duta budaya yang diharapkan juga membawa nama besar UII yang memang kita itu kan berkaitan erat dengan nilai-nilai Islam yang dan semoga ini bisa menjadi sarana untuk mendakwahkan nilai-nilai di bidang pendidikan dan budaya”, Ujarnya.

       Tentunya setiap kandidat yang mengikuti seleksi PPL Australia ini memiliki motivasi masing-masing untuk bisa berkunjung keluar negri khususnya Australia untuk mengajarkan bahasa beserta budaya Indonesia. Salah satu kandidat PPL Australia 2016, Mila Minhatul Maula (PBI 2013) mengakui bahwa motivasi keikutsertaannya di PPL Australia ini adalah untuk keluar negeri, ingin mencoba mengajarkan bahasa sendiri kepada pelajar Secondary College di sana, dan ingin melihat langsung bagaimana proses pelajar Australia dalam belajar bahasa Indonesia. Sementara harapan untuk kedepannya “ Jika lolos seleksi tahap-tahap selanjutnya dan balik ke Indonesia, nanti mungkin saya bisa share sama temen-temen yah untuk memberikan inspirasi kepada mereka biar merekatuh punya kekuatan untuk keluar negeri, dan juga ingin mengadopsi sistem pendidikan di Australia yang memiliki sistem pendidikan yang baik dan diaplikasikan di Indonesia” tambahnya.


Travelling

Trip to Melbourne Australia

AUSTRALIA FIELD STUDY PROGRAM 2015
19 Oct – 01 Nov 2015

           
Sinar mentari tak begitu berkilau di langit biru, terselip oleh gumpalan-gumpalan awan yang terbang terbawa angin. Sepoi-sepoi kunikmati angin bertiup ke segala arah yang dikehendakinya. Suasana berbeda dari suasana yang kurasakan beberapa jam lalu di tanah perantauan. Langit Australia. Sekitar pukul 07.00 kami tiba di bandara Tullamarine, Melbourne, Australia. Tepatnya tanggal 19 Oktober 2015 kami tiba di Melbourne untuk melaksanakan misi yang telah kami susun dari beberapa bulan yang lalu. Kali ini saya bersama lima teman saya yang berasal dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris UII diberikan kesempatan untuk berkunjung ke Melbourne dalam rangka mengikuti program Australia Field Study Program atau PPL Australia. Kami menjadi asisten guru Bahasa Indonesia di tiga Secondary College di Melbourne yakni di Dromana Secondary College, Mornington Secondary College, dan Rosebud Secondary College. Secondary college ini setara dengan tingkat SMP dan SMA di Indoneisa. Kegiatan kami yakni membantu guru bahasa Indonesia di sana untuk mengajar bahasa Indonesia kepada para murid. Tidak hanya itu kami juga berkesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyrakat asing misalnya tari Maduppa Bosara (Sulawesi-Selatan) yang saya ajarkan kepada para  murid. Mereka sangat antusias dalam belajar bahasa Indonesia ditambah lagi mereka dapat berinteraksi langsung dengan kami sebagai native speakers
Lingkungan baru, tempat tinggal baru, teman baru, dan kelurga baru. Itulah yang saya rasakan kini. Saya tinggal di salah satu house family yakni keluarga Ms. Michelle dan Mr.Graham dan dua putri mereka masing-masing Keeleigh (15 thn) dan Georgia (13 thn) mereka begitu ramah dan baik hati. Sayapun menjadi anggota baru dalam keluarga mereka.
Setiap hari senin hingga jum’at merupakan hari sekolah di Australia. Saya dan kedua saudara baru saya, Keeleigh dan Georgia selalu menunggu Bus di Bus stop yang berjarak tak jauh dari rumah kami. Para murid yang akan menggunakan jasa bus school harus sudah tiba di bus stop lima belas menit sebelum bus tiba di bus stop, jika telat kami harus menunggu bus selanjutnya dan itu cukup menyita waktu yang cukup lama, atau satu-satunya jalan keluar yakni naik kendaraan pribadi. Setiap pagi pula Mr.Michelle selalu membekali kami dengan bekal seperti sandwich, salad, crackers, dan beberapa butter coklat. Untuk sarapan saya mengkonsumsi Cocho Crunch dan susu setiap pagi selama dua minggu di sana. Yahhh.. memang kalau kata orang indonesia belum makan kalau belum mengkonsumsi nasi. Tapi diluar itu saya sangat menikmati segala sesuatunya, kapan lagi kan sarapan dengan sereal dan susu. hhehhe
          Hari sabtu dan minggu merupakan hari yang sangat dinantikan oleh para murid begitupun saya. Pada weekend minggu pertama ini saya berkesempatan untuk mengunjungi Mebourne city bersama salah satu teman saya dan Ms. Teresa salah satu staff di Dromana Secondary College. Kami berangkat dengan menggunakan mobil hingga stasiun kereta, kemudian di lanjutkan dengan kereta menuju kota Melbourne. Kami menempuh perjalanan Dromana-Melbourne sekitar dua jam. Setelah tiba di Melbourne City kami diberikan Mykey card, berupa kartu yang digunakan untuk menaiki Tram (alat transportasi di Australia ) kartu ini tentunya sudah didesign seperti layaknya kartu ATM dimana kami telah mengisi beberapa dollar uang di dalamnya, kami hanya butuh menempelkan mykey card di tempat yang telah disediakan di dalam Tram, dan kamipun siap dibawa ke tempat tujuan kami.
       Tempat yang pertama kami kunjungi adalah Queen Victoria Market, kemudian State Library dan tentunya Flinders Street Station sebuah stasiun pusat di kota Melbourne yang juga merupakan salah satu ikon kota Melbourne, Australia.  Setelah lelah berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya, perut kami sudah berteriak minta diisi. Anyway, itu sedikit pengalaman saya selama stay di Melbourne. 
       Pengalaman di Australia ini merupakan real experience yang dapat saya rasakan langsung selama tinggal di sana. Selain bertemu dengan koala dan kangguru yang menjadi ikon dari negara ini, saya juga dapat merasakan bagaimana tinggal dan hidup dengan penduduk lokal Australia yang ramah.

      The time is always drawing to an end. We will get loss when we did not take any opportunities in our life. Going abroad is one of the valuable experiences that may teach as many lessons of life. Moreover, we also have to consider that the learning process is not only in the classroom, many knowledge and many values that we can achieve out of the class.
“Use your opportunity! Save your time! Just try! And never give up! Many countries are waiting for you! Good Luck next PPL Aussie awardees...