Jumat, 05 Mei 2017

HIKMAH

Mutiara Harapan dan Optimisme

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 13:
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ
Artinya: “Sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)”.

            Kita mengetahui bahwasanya segala sesuatu yang tejadi di dalam hidup ini selalu terdapat hikmah yang terkandung di dalamnya. Namun titik problemnya terdapat pada bagaimana memahami hikmah atau pesan tersebut. Hal demikian merupakan sebuah ajaran Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya melalui kalam-Nya agar kita tidak berputus asa atas sesuatu yang kita tidak miliki dan demikian pula tidak berbangga diri ketika memilikinya. Allah SWT selalu menyelipkan pelajaran di setiap kejadian yang terjadi karena sesungguhnya Dia lah yang Maha Besar dan Maha Agung atas segala apa yang ada di seluruh alam semesta ini. Firman Allah SWT:

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Artinya: “Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri”. (QS. Al-Hadid: 23)

Perasaan putus asa sudah pasti terjadi pada kita karena hakekatnya kita adalah manusia biasa, akan tetapi yang menjadi titik perbedaan adalah kapan dan bagaimana kita bangkit dari keputusasaan tersebut. Salah satu bekal utama yang hendaknya selalu membersamai kita adalah raja’ (harapan) atau rasa optimisme. Harapan atau raja’ akan selalu menuntun kita untuk selalu berhusnudzon atau berprasangka baik kepada Allah karena pada dasarnya segala sesuatu tidak selalu berjalan sesuai yang kita inginkan. Harapan-harapan tersebut meliputi harapan dalam berbagai hal seperti halnya harapan akan diberikan rezeki, harapan akan segera menikah, harapan akan kesuksesan, harapan akan diampuni dosa, harapan akan dijauhkan dari malapetaka, dan lain sebagainya. Harapan dalam hal ini tentunya bukan hanya sebatas harapan namun juga disertai dengan langkah. Langkah yang bermula dari diri sendiri, dari hal yang kecil, dan dari sekarang.

Di kehidupan ini ada beberapa situasi dan kondisi di mana kita sebagai manusia sering ditimpa keputusasaan yang tak jarang dapat membuat kita sedih hingga mempercayai bahwa tidak ada sesuatupun yang dapat menolong kita. Dengan demikian ada beberapa hal yang hendaknya senantiasa kita yakini di setiap kondisi tersebut yakni: pertama, di setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Allah SWT berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah: 5)

Ketika dihadapkan dengan kesulitan tiada arah dan tujuan kepada siapa kita kembali selain kepada Allah SWT. Allah lah yang memberikan kesusahan itu sebagai ujian iman kepada hamba-hamba-Nya dan Allah juga lah yang akan menghilangkan kesusahan itu dan menggantinya dengan kesenangan atas kehendak-Nya. Sudah sepatutya di saat kita memiliki masalah kita harus yakin bahwa Allah SWT yang dapat membantu kita, menyelesaikan masalah kita, dan memberikan kita kemudahan. Salah satu cara yang membuat kita tersenyum dan tenang yakni dengan meyakini bahwa Allah SWT selalu ada disetiap langkah kita entah itu di saat susah maupun senang.

Allah dan rasul-Nya juga telah mengajarkan tentang keikhlasan dan kesabaran, sehingga masalah yang dihadapi akan terasa ringan jika di dalam hati manusia ada benih kesabaran dan keihklasan dalam menjalani cobaan dari Allah SWT. Lagi-lagi Allah memiliki maksud dalam setiap peristiwa yang kita alami dan maksud yang terkandung di dalam peristiwa tersebut tidak terjangkau oleh kita, sehingga yang bisa kita lakukan adalah berserah diri kepada Allah dengan meminta ampun atas segala kesalahan dan dosa yang telah kita lakukan dan juga berharap kebaikan dari-Nya karena pintu Allah akan selalu terbuka bagi siapa yang mengetuknya. Maka, jika kita telah yakin jika Allah lah Sang Pencipta Yang Maha Agung, Sang pemilik alam semesta ini, tentu kita tidak akan bersedih dan berputus asa bukan?

Kedua, di balik suka ada duka, dan di balik duka ada suka. Sebagaimana roda kehidupan yang terus berputar ada saatnya seseorang di atas dan ada kalanya pula ia berada di bawah. Jika diibartkan dengan seseorang yang tengah dihadapkan dengan duka maka yakinlah duka itu dengan pengibaratan siang dan malam. Di saat malam tiba maka laluilah malam itu dengan berserah diri kepada Allah karena kita tahu bahwa besok fajar kan menyongsong, dan siang akan datang kembali.

Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai yang kita kehendaki. Ketika rasa senang dan gembira menyelimuti kita, di saat itu pula rasa duka datang menghampiri, dan begitu pula sebaliknya karena kesusahan dan kesenangan sudah menjadi bagian dalam kehidupan. Maka ketika kita senang, jangan lupa bersyukur kepada Sang Pemberi senang, sebelum kesenangan itu diambil oleh-Nya dan diganti-nya dengan kesusahan. Namun, kita juga harus yakin bahwa Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya dalam penderitaan kecuali menyelipkan hikmah dalam penderitaan tersebut. Sehingga langkah terbaik yang dilakukan adalah dengan berdo’a dan menyerahkan segalanya kepada Allah SWT.
Dengan berdo’a manusia akan menyadari betapa lemahnya dan terbatasnya diri ini sehingga ketika semua disandarkan kepada Allah, maka kita selalu melangkah dengan ridha dan izin Allah SWT. Berdo’a kepada-Nya dengan berharap apa-apa yang kita butuhkan dapat terpenuhi karena pada hakakekatnya hanya Dia lah yang dapat mengabulkan itu semua atas izin-Nya. Firman Allah SWT:
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Artinya: “Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata padanya. “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-nya kamu dikembalikan”. (QS. Yasin: 82-83).

Ketiga, percaya akan kebesaran dan Kuasa Allah SWT. Di dalam kehidupan tentu kita menjumpai kekayaan dan kemiskinan, sakit dan sehat, kemuliaan atau kehinaan, maupun kelebihan dan kekurangan. Kondisi-kondisi tersebut tentu sangat bertolak satu dan lainnya. Namun, satu hal yang harus sama yakni dengan tetap menghadirkan Allah di setiap kondisi tersebut karena Dia selalu ada dalam setiap nafas kehidupan kita. Kita dapat merasakan kedamaian di setiap kondisi dan situasi yang kita alami jika kita menemukan Allah di dalamnya. Kedamaian tersebut diperoleh dengan merasakan kehadiran Allah di setiap waktunya.

Kehadiran Allah dapat menjelma kedalam pertolongan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Pertolongan Allah tentu ada dan akan menghampiri kita jika kita terus berada di jalan-Nya karena sejatinya Allah Maha Rahman lagi Maha Rahim, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah tahu apa yang tebaik untuk kita oleh karenanya serahkan harapan, keinginan, ataupun cita-cita hanya kepada-Nya. Firman Allah SWT:
وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ
Artinya: “Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap”. (QS. Al-Insyirah: 8).

Hanya kepada Allah semata kita berkeluh kesah dan hanya kepada-Nya pula lah kita berserah diri. Masalah dan kesulitan yang kita alami bukanlah sesuatu yang harus kita keluhkan dan ratapi, marilah belajar menerima dan bersyukur karena dengan itu kita akan merasakan nikmat Allah SWT yang tak akan pernah habis, dan yakinlah di atas atau di bawah pun kehidupan kita ada Allah di atas segala sesuatu, ada Allah di balik semua hal, dan ada Allah yang menuntun kita. Tumbuhkan harapan dan semangat dengan langkah. Walaupun harapan tersebut kecil tapi harapan itulah yang akan mebuat kita besar dan memberikan semangat menyongsong masa depan.

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”. Amin...

Sumber:

Mansur, U. Y. (2007). Kun Fayakuun; Selalu Ada Harapan Di Tengah Kesulitan. Jakarta Timur: Zikrul Hakim.

Selasa, 14 Februari 2017

News

Mahasiswa PBI UII mengikuti seleksi Art Performance PPL Australia 2016

    Kamis, 14 April 2016- Bertempat di Hall FPSB, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UII menyelenggarakan seleksi tahap Art Performance yang merupakan salah satu tahap untuk meraih tiket PPL Australia 2016 tahun ini. Art performance merupakan seleksi tahap ke lima yang diikuti oleh para kandidat. Dari jumlah 19 orang pendaftar hingga sepauluh orang kandidat terpilih yang berkesempatan untuk menampilkan kesenian budaya di Indonesia untuk kemudian diperkenalkan kepada pelajar di tiga Secondary Colleges di Melbourne Australia.
    Tujuan dengan diadakannya seleksi Art Performance ini menurut Astri Hapsari, dosen pembimbing PPL Australia tahun ini yaitu untuk memperkenalkan budaya Indonesia sambil mengajar bahasa Indonesia. Sehingga setiap kandidat diharapkan siap untuk mengajar bahasa dan budaya Indonesia dan salah satu budaya yang mereka ajarkan adalah yang mereka tampilkan di Art Performance ini. “Dengan harapan setelah kembali dari Australia nantinya mereka bisa merepresentasikan Pendidikan Bahasa Inggris UII, maksudnya yah dari nilai-nilai, tata krama, sopan santun yah semacam duta budaya yang diharapkan juga membawa nama besar UII yang memang kita itu kan berkaitan erat dengan nilai-nilai Islam yang dan semoga ini bisa menjadi sarana untuk mendakwahkan nilai-nilai di bidang pendidikan dan budaya”, Ujarnya.

       Tentunya setiap kandidat yang mengikuti seleksi PPL Australia ini memiliki motivasi masing-masing untuk bisa berkunjung keluar negri khususnya Australia untuk mengajarkan bahasa beserta budaya Indonesia. Salah satu kandidat PPL Australia 2016, Mila Minhatul Maula (PBI 2013) mengakui bahwa motivasi keikutsertaannya di PPL Australia ini adalah untuk keluar negeri, ingin mencoba mengajarkan bahasa sendiri kepada pelajar Secondary College di sana, dan ingin melihat langsung bagaimana proses pelajar Australia dalam belajar bahasa Indonesia. Sementara harapan untuk kedepannya “ Jika lolos seleksi tahap-tahap selanjutnya dan balik ke Indonesia, nanti mungkin saya bisa share sama temen-temen yah untuk memberikan inspirasi kepada mereka biar merekatuh punya kekuatan untuk keluar negeri, dan juga ingin mengadopsi sistem pendidikan di Australia yang memiliki sistem pendidikan yang baik dan diaplikasikan di Indonesia” tambahnya.


Travelling

Trip to Melbourne Australia

AUSTRALIA FIELD STUDY PROGRAM 2015
19 Oct – 01 Nov 2015

           
Sinar mentari tak begitu berkilau di langit biru, terselip oleh gumpalan-gumpalan awan yang terbang terbawa angin. Sepoi-sepoi kunikmati angin bertiup ke segala arah yang dikehendakinya. Suasana berbeda dari suasana yang kurasakan beberapa jam lalu di tanah perantauan. Langit Australia. Sekitar pukul 07.00 kami tiba di bandara Tullamarine, Melbourne, Australia. Tepatnya tanggal 19 Oktober 2015 kami tiba di Melbourne untuk melaksanakan misi yang telah kami susun dari beberapa bulan yang lalu. Kali ini saya bersama lima teman saya yang berasal dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris UII diberikan kesempatan untuk berkunjung ke Melbourne dalam rangka mengikuti program Australia Field Study Program atau PPL Australia. Kami menjadi asisten guru Bahasa Indonesia di tiga Secondary College di Melbourne yakni di Dromana Secondary College, Mornington Secondary College, dan Rosebud Secondary College. Secondary college ini setara dengan tingkat SMP dan SMA di Indoneisa. Kegiatan kami yakni membantu guru bahasa Indonesia di sana untuk mengajar bahasa Indonesia kepada para murid. Tidak hanya itu kami juga berkesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyrakat asing misalnya tari Maduppa Bosara (Sulawesi-Selatan) yang saya ajarkan kepada para  murid. Mereka sangat antusias dalam belajar bahasa Indonesia ditambah lagi mereka dapat berinteraksi langsung dengan kami sebagai native speakers
Lingkungan baru, tempat tinggal baru, teman baru, dan kelurga baru. Itulah yang saya rasakan kini. Saya tinggal di salah satu house family yakni keluarga Ms. Michelle dan Mr.Graham dan dua putri mereka masing-masing Keeleigh (15 thn) dan Georgia (13 thn) mereka begitu ramah dan baik hati. Sayapun menjadi anggota baru dalam keluarga mereka.
Setiap hari senin hingga jum’at merupakan hari sekolah di Australia. Saya dan kedua saudara baru saya, Keeleigh dan Georgia selalu menunggu Bus di Bus stop yang berjarak tak jauh dari rumah kami. Para murid yang akan menggunakan jasa bus school harus sudah tiba di bus stop lima belas menit sebelum bus tiba di bus stop, jika telat kami harus menunggu bus selanjutnya dan itu cukup menyita waktu yang cukup lama, atau satu-satunya jalan keluar yakni naik kendaraan pribadi. Setiap pagi pula Mr.Michelle selalu membekali kami dengan bekal seperti sandwich, salad, crackers, dan beberapa butter coklat. Untuk sarapan saya mengkonsumsi Cocho Crunch dan susu setiap pagi selama dua minggu di sana. Yahhh.. memang kalau kata orang indonesia belum makan kalau belum mengkonsumsi nasi. Tapi diluar itu saya sangat menikmati segala sesuatunya, kapan lagi kan sarapan dengan sereal dan susu. hhehhe
          Hari sabtu dan minggu merupakan hari yang sangat dinantikan oleh para murid begitupun saya. Pada weekend minggu pertama ini saya berkesempatan untuk mengunjungi Mebourne city bersama salah satu teman saya dan Ms. Teresa salah satu staff di Dromana Secondary College. Kami berangkat dengan menggunakan mobil hingga stasiun kereta, kemudian di lanjutkan dengan kereta menuju kota Melbourne. Kami menempuh perjalanan Dromana-Melbourne sekitar dua jam. Setelah tiba di Melbourne City kami diberikan Mykey card, berupa kartu yang digunakan untuk menaiki Tram (alat transportasi di Australia ) kartu ini tentunya sudah didesign seperti layaknya kartu ATM dimana kami telah mengisi beberapa dollar uang di dalamnya, kami hanya butuh menempelkan mykey card di tempat yang telah disediakan di dalam Tram, dan kamipun siap dibawa ke tempat tujuan kami.
       Tempat yang pertama kami kunjungi adalah Queen Victoria Market, kemudian State Library dan tentunya Flinders Street Station sebuah stasiun pusat di kota Melbourne yang juga merupakan salah satu ikon kota Melbourne, Australia.  Setelah lelah berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya, perut kami sudah berteriak minta diisi. Anyway, itu sedikit pengalaman saya selama stay di Melbourne. 
       Pengalaman di Australia ini merupakan real experience yang dapat saya rasakan langsung selama tinggal di sana. Selain bertemu dengan koala dan kangguru yang menjadi ikon dari negara ini, saya juga dapat merasakan bagaimana tinggal dan hidup dengan penduduk lokal Australia yang ramah.

      The time is always drawing to an end. We will get loss when we did not take any opportunities in our life. Going abroad is one of the valuable experiences that may teach as many lessons of life. Moreover, we also have to consider that the learning process is not only in the classroom, many knowledge and many values that we can achieve out of the class.
“Use your opportunity! Save your time! Just try! And never give up! Many countries are waiting for you! Good Luck next PPL Aussie awardees...